Semarang Jadi Tuan Rumah Dialog Nasional Mbg 2026, Hadirkan Pakar Gizi Dunia

Sedang Trending 4 jam yang lalu

SEMARANGUPDATE.COM – Pemerintah Kota Semarang resmi menjadi tuan rumah Dialog Nasional Praktik Baik Mbakal Bergizi Gratis (MBG) pada 28-30 April 2026.

Berpusat di Gumaya Tower Hotel, forum bertema “Growing Together” ini menjadi ruang obrolan dan pertukaran pendapat guna mendukung kerjasama multilevel dalam meningkatkan Program MBG.

Forum ini menghadirkan deretan otoritas pangan dan gizi kelas dunia. Mulai dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Dr. Ir. Dadan Hindayana, hingga master regional dalam ASEAN-ID Nourish Forum seperti Ms. Amalia Serrano (Sekretariat ASEAN), Kaoru Uno R.D., Ph.D (Kemenkes Jepang), Dr. Nur Dayana (Malaysia), serta Filippo Gavazzeni (Direktur MUFPP).

Kekuatan obrolan regional semakin komplit dengan kehadiran Mr. Alfrey P. Gulla (Filipina), delegasi Kementerian Pendidikan dan Pelatihan Vietnam, serta Dr. Pattamaporn Aksornchu (Thailand).

Kehadiran para master ini mempertegas posisi Semarang sebagai pusat pertukaran pendapat strategis nan melibatkan support diplomasi dari Wakil Duta Besar Italia, Mr. Massimiliano BERTOLLO.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menjelaskan bahwa kehadiran para master tersebut bermaksud menjembatani komunikasi antara pemerintah pusat sebagai penyelenggara dengan pemerintah wilayah sebagai pendukung program.

Sinergi Pentahelix ini diperlukan untuk menghimpun perspektif dan rekomendasi kebijbakal guna menyempurnbakal perencanaan program.

“Dialog ini diharapkan dapat menjembatani komunikasi agar kita dapat bersinergi mewujudkan kesuksesan Program Mbakal Bergizi Gratis. Kami mau menghimpun beragam masukan agar tujuan peningkatan gizi dan kualitas sumber daya manusia Indonesia tercapai secara berkelanjutan,” ujar Agustina, Minggu (26/4/2026).

Antusiasme terhadap aktivitas ini sangat tinggi, terbukti dengan jumlah pendaftar nan telah mencapai 178 orang dari total kuota 200 peserta per Minggu (26/4/2026).

Dalam rangkaian aktivitas tersebut, Agustina Wilujeng diagendbakal menerima ketetapan resmi sebagai MUFPP Steering Committee Regional Asia Pasifik, sebuah posisi strategis dalam jaringan kebijbakal pangan perkotaan dunia.

“Skala nasional aktivitas ini terlihat dari hadirnya delegasi 19 kota nan mewakili beragam wilayah Indonesia, seperti perwakilan dari Pekanbaru, Surakarta, Yogyakarta, hingga Tual. Kolaborasi ini modal besar untuk menyelaraskan standar gizi dan tata kelola di daerah,” tegas Agustina.

Substansi obrolan dipertajam melalui paparan teknis dari Sabbat Christian Jannes (Kemenko Pangan) mengenai pilar produksi dan distribusi.

Pakar gizi dari IPB University, Prof. Ahmad Sulaeman, serta Agus Rusly (KLH) turut bersiap menyajikan kajian mengenai keamanan gizi dan manajemen sisa makanan agar program melangkah dengan semangat zero waste.

Sebagai langkah konkret, para peserta bnalar melakukan tinjauan lapangan (Field Visit) pada Kamis (30/4). Lokasi nan dituju meliputi SPPG POLRI POLDA Jateng 1, SPPG Kedungmundu 2, dan SPPG Pedalangan sebagai pusat produksi gizi.

Rombongan juga direncanbakal meninjau Sandi Buana Farm untuk memandang rantai pasok pangan, serta Galeri Batik Alam Malon sebagai representasi pemberdayaan ekonomi lokal nan berpatokan keberlanjutan.

“Sinergi dengan para mahir dan tinjauan langsung ke unit-unit pelayanan ini menjadi modal bagi tiap daerah. Kita mau standar gizi nan tinggi dan keamanan pangan nan ketat menjadi fondasi utama kesuksesan Program Mbakal Bergizi Gratis di seluruh Indonesia,” pungkas Agustina. (*)

Selengkapnya
Sumber semarangupdate
-->