SEMARANGUPDATE.COM – Dosen Teknik Sipil Universitas Semarang (USM), Nur Fithriani Fatma Cholida ST MT, resmi meraih gelar ahli setelah sukses mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka Program Doktor Teknik Sipil di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Sabtu, 25 April 2026.
Dalam penelitian disertasinya nan berjudul “Perilsaya Beton SCC (Self Compacting Concrete) Mutu Tinggi Terkekang (Confined) Berserat Baja Terhadap Beban Konsentrik,”, dia mengkaji karakter beton modern dengan teknologi Self Compacting Concrete (SCC).
Ujian promosi tersebut dipimpin oleh Ketua Dewan Penguji Dr Abdul Rochim ST MT, dengan Promotor Prof Dr Ir Antonius MT IPU.
Sementara tim pengetes terdiri dari sejumlah akademisi, ialah Prof Dr Ir Slamet Imam Wahyudi DEA, Prof Ir H Pratikso MST PhD, Prof Dr Henny Pratiwi Adi ST MTmIPU, Dr Ir H Sumirin MS, serta pengetes eksternal Prof Dr Eng Rendi Thamrin ST MT.
Menurut Dr Nur Fithriani Fatma Cholida, Self Compacting Concrete (SCC) alias beton membudaya sendiri mempunyai beragam kelebihan dalam proses bangunan lantaran lebih efisien dan tidak memerlukan perangkat khusus.
“Penerapan SCC pada beton berserat baja mutu tinggi sangat berfaedah untuk mengatasi sifat kelecbakal beton nan kurang baik. Penelitian ini memtelaah beton berserat baja terkekang nan terbuat dengan teknologi SCC guna mengevaluasi perilsaya kekuatan dan daktilitas beton terkekang,” ungkap Dr Nur Fithriani Fatma Cholida.
Dalam penelitiannya, dia menggunbakal 48 spesimen bermotif silinder dan 18 spesimen bermotif persegi nan diuji dengan beban konsentrik monotonik.
Variabel nan dikajian mencakup frtindakan volume serat, rasio air-semen (w/c), serta karakter tulangan pengekang seperti jarak pemasangan, rasio volumetrik, tegangan leleh, dan jenis pengekang.
“Sebanyak 48 spesimen penampang bulat dan 18 spesimen penampang persegi dibuat dan diuji terhadap beban konsentrik nan berkarakter monotonik. Parameter kreasi nan ditinjau meliputi volume frtindakan serat, rasio air semen (w/c), karakter tulangan pengekang ialah spasi, rasio volumetrik, tegangan leleh dan jenis pengekang (spiral dan hoop) unik untuk penampang bulat,” tambahnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan tambahan Consol SS-8 minimal 0,6 persen dari berat semen bisa menghasilkan beton SCC mutu tinggi berserat baja.
Selain itu, pada rasio air-semen nan sama, peningkatan frtindakan serat berbanding lurus dengan kenaikan kuat tekan beton.
Dari sisi perilaku, beton SCC berserat baja nan terkekang condong menunjukkan pola keruntuhan nan daktail, tanpa kegagalan mendadak saat mencapai beban maksimum.
Peran tulangan pengekang juga terbukti signifikan dalam meningkatkan kekuatan dan daktilitas beton.
Ia menambahkan, semakin rapat jarak tulangan pengekang alias semakin tinggi rasio volumetriknya, maka nilai kekuatan dan daktilitas beton juga meningkat.
Namun, penambahan frtindakan serat tidak selampau meningkatkan kekuatan secara langsung, meskipun bisa meningkatkan daktilitas.
Pada beton penampang persegi, konfigurasi tulangan dengan rasio volumetrik tinggi serta tegangan leleh maksimum menghasilkan performa terbaik.
Secara umum, tulangan spiral lebih efektif dibandingkan hoop dalam meningkatkan kekuatan dan daktilitas, meskipun pada kondisi tertentu hoop bisa lebih unggul.
Hasil pertimpalan dengan model kekangan nan sudah ada menunjukkan bahwa model Purwanto et al. lebih mendekati hasil penelitian untuk penampang bulat, sedangkan model Paultre et al. lebih relevan untuk penampang persegi.
Selain itu, kajian menggunbakal kriteria Mohr Coulomb menghasilkan koefisien efektivitas kekangan sebesar 3,0.
Temuan ini juga memberikan implikasi pada kreasi tulangan pengekang, khususnya dalam menentukan rasio volumetrik minimum nan dinilai lebih konservatif dibandingkan beberapa standar perencanaan nan ada. (*)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·