SEMARANGUPDATE.COM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, meresmikan support revitalisasi bagi 45 satuan pendidikan di Kabupaten Semarang.
Program ini merupbakal bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) nan digagas Presiden Prabowo Subianto.
Peresmian ditumpama dengan penandatanganan plakat nan kemudian diserahkan kepada perwakilan sekolah di kompleks SMP Plus Al Ittihad, Poncol, Bringin, Senin (13/4/2026).
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong revitalisasi dan digitalisasi sekolah guna meningkatkan kualitas pembelaliran di jenjang dasar dan menengah.
“Kita kudu tetap optimis mengatasi persoalan learning loss, untuk masa depan nan lebih baik,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pada tahun 2025 pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk memperbaiki lebih dari 16 ribu satuan pendidikan.
Selain itu, support berupa Interactive Flat Panel (IFP) juga disalurkan untuk mendukung proses belajar nan lebih interaktif.
Untuk tahun 2026, pemerintah menyiapkan anggaran Rp11,4 triliun guna melanjutkan program revitalisasi, termasuk rencana penambahan IFP di seluruh ruang kelas.
Terkait Tes Kemampuan Akademik (TKA), Abdul Mu’ti menegaskan bahwa tes tersebut tidak menjadi penentu kelulusan, melainkan perangkat untuk mengukur capaian pembelaliran dan memetbakal kualitas pendidikan.
“Data hasil kajian bakal menjadi dasar penentuan kebijbakal (pendidikan) alias info base policy,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebutkan, sebanyak 45 sekolah di wilayahnya menerima support revitalisasi tahun 2025 dengan total anggaran lebih dari Rp13,6 miliar.
“Terima kasih atas support pemerintah pusat untuk membantu menciptbakal pelayanan pendidikan nan nyaman,” ujarnya.
Beberapa sekolah penerima support antara lain SMP Pangudi Luhur Ambarawa, SDN Candi 2 Bandungan, SMP Muhammadiyah Suruh, TKN Pembina 02 Ungaran Barat, hingga SMKN 1 Tuntang.
Sebelumnya, Mendikdasmen juga meresmikan revitalisasi 90 satuan pendidikan di Kabupaten Pati dengan total anggaran mencapai Rp67 miliar di SMP Negeri 8 Pati, Minggu (12/4/2026).
Pada tahun nan sama, Kabupaten Pati kembali mendapatkan program revitalisasi untuk sekitar 19 sekolah nan terdampak bencana.
Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan pihaknya bakal terus melakukan pertimbangan terhadap kondisi gedung sekolah, termasuk memcorak tim unik untuk memastikan kelaybakal akomodasi belajar.
Ia berharap, program ini bisa meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Pati dan melahirkan generasi nan unggul, berkarakter, serta bisa bersaing di masa depan. (*)
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·