Potensi Pesisir Semarang Dinilai Belum Maksimal, Dprd Desak Pengembangan Wisata Pantai

Sedang Trending 8 jam yang lalu

SEMARANGUPDATE.COM – DPRD Kota Semarang meminta Pemerintah Kota Semarang lebih serius mengembangkan area wisata pantai nan dinilai mempunyai potensi besar namun belum dimanfaatkan secara optimal.

Sebagai wilayah nan mempunyai garis pantai cukup panjang, Semarang dinilai mempunyai pesenggang besar untuk menghadirkan lokasi wisata pesisir nan bisa menarik lebih banyak wisatawan.

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, mengatbakal pengembangan wisata pantai perlu menjadi perhatian agar Kota Semarang bisa bersaing dengan wilayah lain di Jawa Tengah maupun Daerah Istimewa Yogyakarta nan lebih dulu dikenal mempunyai destinasi pantai unggulan.

Menurut Kadar, area pesisir merupbakal aset berbobot nan tidak hanya berpotensi menjadi magnet wisata, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

“Semarang mempunyai karakter wilayah nan unik, ialah area atas dan bawah. Potensi pesisir nan kita miliki sangat besar dan sayang jika tidak dikembangkan secara serius untuk menjadi lokasi wisata unggulan,” ujarnya.

Pria nan berkawan disapa Pilus itu menilai beberapa area pantai mempunyai pesenggang besar untuk dikembangkan, salah satunya Pantai Mangunharjo di Keckajian Tugu.

Ia menyebut akses menuju letak sudah cukup baik dan rancangan pengembangannya pun sebenarnya telah disiapkan sebelumnya.

“Pantai Mangunharjo sebenarnya sudah mempunyai akses nan baik. Konsep pengembangannya juga sudah ada. Tinggal gimana kesungguhan pemerintah untuk merealisasikannya secara bertahap,” kata politikus PDIP ini.

Selain Pantai Mangunharjo, Pilus juga menyoroti potensi Pantai Tirang nan dinilai mempunyai daya tarik tersendiri.

Ia mengusulkan konsep wisata berpatokan perjalanan perahu dari area Tkondusif Lele menuju Pantai Tirang sebagai pengalkondusif wisata nan berbeda.

Menurutnya, wisata perahu tersebut tidak hanya memberikan pengalkondusif menarik bagi pengunjung, tetapi juga dapat membuka pesenggang upaya baru bagi nelayan dan penduduk pesisir.

“Bayangkan jika visitor bisa berangkat dari Tkondusif Lele menggunbakal perahu menuju Pantai Tirang. Ini bisa menjadi pengalkondusif wisata nan unik sekaligus memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Pilus menilai selama ini perhatian pemerintah lebih banyak tertuju pada penyelenggaraan event pariwisata. Sementara itu, pengembangan lokasi wisata nan berkarakter permanen tetap perlu ditingkatkan.

“Event memang penting, tetapi potensi nan sudah ada juga kudu dikembangkan. Kalau hanya mengandalkan event, pariwisata bakal melangkah di tempat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengembangan area wisata pantai tidak kudu dilakukan secara besar-besaran dalam waktu singkat. Pemerintah bisa memulainya secara berjenjang sesuai keahlian anggaran daerah.

“Yang krusial ada kemauan dan keseriusan. Tidak kudu langsung besar. Bisa dimulai dari pemgedung akomodasi dasar dan penataan area terlebih dahulu,” ujarnya.

Sementara itu, akademisi Universitas Semarang, Desika Nur Jannah, menilai pengembangan wisata pantai kudu dibarengi dengan peningkatan prasarana penunjang, terutama akses transportasi menuju letak wisata.

Menurutnya, keterbpemimpin akses tetap menjadi salah satu ftokoh nan membikin kunjungan visitor ke sejumlah pantai di Semarang belum maksimal.

“Salah satu nan perlu dipikirkan adalah gimana transportasi publik bisa menjangkau area pantai. Dengan begitu masyarakat nan tidak mempunyai kendaraan pribadi juga bisa berjamu dengan mudah,” katanya.

Desika menambahkan, sejumlah pantai di Semarang mempunyai pemandangan nan menarik, terutama saat mentari terbenam.

Namun, minimnya akomodasi pendukung membikin potensi tersebut belum berkembang optimal.

Ia menekankan pentingnya peningkatan akomodasi dasar seperti toilet, pusat UMKM, penerangan, hingga pengelolaan sampah agar visitor merasa lebih nykondusif saat berkunjung.

“Pantainya mempunyai daya tarik nan bagus. Sunset di beberapa letak sangat bagus dan berpotensi menjadi atrtindakan wisata. Tetapi akomodasi pendukungnya kudu dibenahi terlebih dulu agar visitor merasa nyaman,” jelasnya.

Selain wisata pantai, Desika juga mendorong pengembangan konsep wisata berpatokan ekowisata, wellness tourism, dan aktivitas MICE untuk meningkatkan daya saing pariwisata Kota Semarang.

“Semarang mempunyai karakter pantai nan berbeda dengan wilayah lain. Karena itu konsep wisata nan dikembangkan juga kudu mempunyai karakter tersendiri agar bisa bersaing dan menarik lebih banyak pengunjung,” katanya. (*)

Selengkapnya
Sumber semarangupdate
-->