SEMARANGUPDATE.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat perkembangan positif dalam aspek keselkajian di perlintasan sebidang.
Pada Triwulan I 2026, jumlah kecelakaan tercatat sebanyak 6 kasus, menurun dibanding periode nan sama tahun 2025 dengan 8 kasus dan tahun 2024 nan mencapai 10 kasus.
Penurunan tersebut dinilai sebagai akibat meningkatnya kesadaran dan kedisiplinan masyarakat saat melintasi perlintasan, sekaligus hasil dari upaya sosialisasi keselkajian nan terus dilakukan berbareng beragam pihak terkait.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa pihaknya tetap prihatin lantaran kecelakaan tetap terjadi.
Namun demikian, beragam langkah pencegahan bakal terus diperkuat, termasuk melalui edukasi langsung kepada pengguna jalan.
“Penurunan jumlah kejadian ini menjadi parameter positif bahwa upaya edukasi dan sosialisasi keselkajian nan dilakukan secara berkelanjutan,” jelas Luqman.
Dari 6 kejadian pada Triwulan I 2026, tercatat 5 korban meninggal bumi dan 2 orang mengalami luka berat.
Sementara pada periode nan sama tahun 2025, terdapat 8 kejadian dengan 5 korban meninggal, 1 luka berat, 1 luka ringan, dan 1 selamat.
Adapun pada 2024, dari 10 kejadian tercatat 5 korban meninggal, 4 luka berat, dan 5 luka ringan.
KAI Daop 4 Semarang menegaskan bahwa perlintasan sebidang tetap menjadi titik rawan nan memerlukan disiplin tinggi dari pengguna jalan.
Hal ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian nan mewajibkan kendaraan mendahulukan perjalanan kereta api, serta diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 mengenai hukuman pelanggaran di perlintasan.
Sebagai langkah pencegahan, sepanjang Januari hingga Maret 2026, KAI Daop 4 telah melaksanbakal 113 aktivitas sosialisasi di perlintasan serta 13 aktivitas edukasi di sekolah.
Program ini dilakukan berbareng pemerintah daerah, lembaga terkait, dan organisasi pecinta kereta api melalui beragam media kampanye keselamatan.
Masyarakat juga diimaroma untuk selampau waspada saat melintas dengan langkah berakhir sejenak, memandang ke kiri dan kanan, serta memastikan kondisi kondusif sebelum melewati rel, baik di perlintasan berpkepalang maupun tanpa palang.
“Langkah sederhana ini perlu menjadi kebiasaan bersama. Kewaspadaan dan kedisiplinan adalah kunci utama dalam menjaga keselkajian di perlintasan sebidang,” tambahnya.
Ke depan, KAI Daop 4 Semarang bakal terus memperkuat kerja sama dengan beragam pihak guna meningkatkan keselkajian serta menciptbakal perlintasan nan lebih kondusif dan tertib.
“Keselkajian merupbakal prioritas utama. Kami membujuk seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian dan disiplin demi keselkajian bersama,” tutup Luqman. (*)
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·