SEMARANGUPDATE.COM – Upaya memperkuat peran masyarakat desa dalam mendukung kegunaan keimigrasian terus dilakukan. Salah satunya melalui pembuatan Desa Binaan Imigrasi nan resmi dilaksanbakal di Desa Sumberejo, Kalitengah, dan Jragung, Rabu (15/4/2026).
Program ini menjadi langkah strategis dalam mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Perdagangan Manusia (TPPM), dengan melibatkan langsung masyarakat di tingkat desa.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Demak Eisti’anah, Wakil Bupati Muhammad Badruddin, serta jaliran Imigrasi seperti Haryono Agus Setiawan dan Ari Widodo. Turut datang pula unsur Forkopimcam, perangkat desa, dan masyarakat setempat.
Selain peresmian, aktivitas juga diisi dengan sosialisasi keimigrasian dari Kantor Imigrasi Semarang. Dalam sesi tersebut, masyarakat diberikan pemahkondusif mengenai pentingnya peran aktif penduduk dalam mencegah praktik perdagangan orang.
Antusiasme penduduk terlihat tinggi, terutama saat sesi tanya jawab nan berjalan interaktif. Mereka aktif menggali info mengenai prosedur keimigrasian hingga langkah pencegahan TPPO di lingkungan masing-masing.
Pada hari nan sama, Kantor Imigrasi Semarang juga menghadirkan penemuan jasa publik melalui program SI SEMAR PALING PATEN (Pelayanan Keliling Kota dan Kabupaten). Layanan ini menghadirkan mobil paspor keliling di Desa Sumberejo nan bisa melayani hingga 30 permohonan paspor dalam satu hari.
Program tersebut bertepatan dengan agenda “Demang Ngantor Deso”, ialah program unggulan Pemerintah Kabupaten Demak untuk mendekatkan jasa publik kepada masyarakat desa.
Bupati Demak, Eisti’anah mengapresiasi inisiatif jasa jemput bola tersebut. Menurutnya, kehadiran jasa keimigrasian langsung di desa sangat membantu masyarakat nan selama ini kudu datang ke instansi imigrasi di kota.
“Ini sangat memudahkan masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran bakal pentingnya arsip keimigrasian,” ujarnya.
Warga pun menyambut positif jasa ini lantaran memberikan kemudahan akses tanpa kudu menempuh perjalanan jauh.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Semarang, Ari Widodo, menegaskan bahwa program ini merupbakal bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan nan cepat, mudah, dan transparan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Melalui pembuatan Desa Binaan Imigrasi dan jasa paspor keliling ini, diharapkan akses jasa keimigrasian semakin merata hingga ke pelosok desa.
Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap tertib manajemen keimigrasian juga semakin meningkat, sekaligus memperkuat upaya pencegahan TPPO dan TPPM. (*)
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·